Senin, 29 Maret 2010

PENGAJARAN KONSEP DAN TEORI DALAM SEJARAH SOSIAL ORANG BERIMAN

PENGAJARAN KONSEP DAN TEORI DALAM SEJARAH SOSIAL ORANG BERIMAN

hjmjjghj

PENDAHULUAN

Selama berabad-abad umat Islam menguasai dunia dan selama berabad-abad pula Islam memberikan cahaya kedamaian dan kesejahteraan bagi umatnya, bahkan cahaya kebangkitan bangsa barat baik dari segi ilmu maupun tekhnologi sehingga bangsa barat keluar dari masa kegelapan menuju masa pencerahan (renainsanse). Namun, masa-masa kejayaan Islam yang pernah diraih dimasa Rasulullah SAW, masa Kulafaur-Rasyiddin, khalifah Umayyah, Abasiyyah dan disusul tiga kerajaan besar seperti Usmaniyyah, Mughal dan Safawi yang berhasil menguasai dua 2/3 dunia kini tinggal sebuah sejarah yang terukir indah dalam mimpi.Dalam sejarah pendidikan Islam, kita perlu mengetahui sejarah social orang beriman (muslim) guna memahami problematika yang terjadi sehingga dapat memberikan pengertiandan pemahaman bagaimana pengajaran sejarah itu seyogyanya dilakukan.

PEMBAHASAN

Pengertian Konsep dan Teori

Konsep adalah penyebutan semua ciri esensi suatu objek dengan mengesampingkan cirri aksidensinya.1 Konsep juga bisa diartikan sebagai pemikiran atau rencana dasar yang dijadikan acuan dalam menentukan sesuatu. Sedangkan teori adalah suatu konsep berfikir tentang suatu bidang-bidang kehidupan yang tersusun berdasarkan fakta yang saling berkaitan dan saling mendukung, sehingga membentuk pemikiran yang dapat teruji kebenarannya.2 Ada keterkaitan antara konsep dengan teori, sebab konsep merupakan langkah awal sebagai pijakan dalam membentuk suatu teori.

Sejarah Sosial Orang Beriman

Kata sejarah dalam bahasa arab disebut tarikh. Yang menurut bahasa, ketentuan masa. Sedang menurut istilah berarti keterangan yang telah terjadi di kalangannya. Pada masa yang telah lampau atau masa yang masih ada.3

Dalam bahasa Inggris sejarah disebut history yang berarti pengalaman masa lampau daripada umat manusia the past experience of mankind.4 Pokok persoalan sejarah senantiasa akan sarat dengan pengalam-pengalaman penting yang menyangkut perkembangan keseluruhan keadaan manusia. Oleh sebab itu menurut sayyid Qutub sejarah bukanlah peritiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa itu, pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat.5

Secara umum sejarah mengandung kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Karena sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umat manusia.6 Sumber utama ajaran Islam (al Qur’an) mengandung cukup banyak nilai kesejarahan, yang langsung atau tidak langsung mengadung makna yang besar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama, khususnya bagi umat Islam. Maka tarikh dan ilmu tarikh (sejarah) dalam Islam menduduki arti penting dan mempunyai kegunaan dalam kajian tentang Islam. Oleh sebab itu kegunaan sejarah meliputi dua aspek, yaitu Kegunaan yang bersifat umum dan kegunaan yang bersifat akademis.

Kegunaan yang bersifat umum. sejarah mempunyai kegunaan sebagai faktor keteladanan. Sedang yang bersifat akademis, kegunaan sebagai faktor keteladanan yang bersifat akademis. Kegunaan sejarah lain memberikan perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan (teori dan praktek), juga untuk menumbuhkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu teknologi.

Kriteria sejarah

1. Tahun terjadinya jelas

2. Ada sumber(pelaku, saksi)

3. Lokasi (wilayah atau tempat)

4. Bukti (jika perlu) lebih baik berupa fisik

Sejarah dipelajari digunakan :

1. Sebagai ilmu

2. Sebagai motivasi

3. Sebagai pijakan untuk masa depan

Manfaat mempelajari sejarah bagi umat Islam

Untuk meneladani Rosul meliputi

Rekaman perilaku Rosul

Rekaman keteladanan Rosul

Rekaman perjuangan Rosul

Sebagai alat ukur sanad

Untuk mengetahui kandungan al-Quran dan hadist

Untuk mengetahiu rekaman peristiwa masa lalu baik sebelum islam maupun sesudah islam.

Periode Sejarah serta Prosesnya

Peradaban Islam dalam perkembangannya dibedakan menjadi dua istilah yaitu: Kebudayaan dan Peradaban. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat.7 Menurut Koentjara Ningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud.

1. Wujud ideal yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks, ide-ide, gagasan, nilai-nilai, dan norma.

2. Wujud kelakuan yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpa dari manusia dalam masyarakat

3. Wujud benda yaitu wujid kebudayaan sebagai benda – benda hasil karya.8

Peradaban biasanya dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang halus dan indah. Pembahasan sejarah perekembangan peradaban Islam yang sangat panjang dan luas itu tidak bisa dilepaskan dari pembahasan. Dalam proses peradaban Islam kita mengenal dua periode dalam peradaban Islam.

Periode Makkah; pada periode ini terdapat masa jahiliyyah dimana masyarakatnya masih menganut kepercayaan menyembah berhala.

Periode Madinah; periode ini diumulai ketika nabi hijrah ke Madinah. Dimana dalam periode ini tatanan masyarakatnya sudah terorganisir dengan baik sehingga memuncukan peradaban yang lebih maju.

Islam, kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam. Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa-penguasa lainnya yang memelopori kegiatan-kegiatan ilmiah yang terpenting diantara penguasa dinasti Abbasiyah seperti Harun al-Rasyid dan Al-Makmun..

Toleransi beragama ditegakkan oleh para penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan peradaban Arab Islam. Untuk orang-orang Kristen, sebagaimana juga orang-orang Yahudi, disediakan hakim khusus yang menangani masalah sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing.

Masyarakat Islam merupakan masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai komunitas, baik agama maupun bangsa. Dengan ditegakkannya toleransi beragama, komunitas-komunitas itu dapat bekerja sama dan menyumbangkan kelebihannya masing masing.

Meskipun ada persaingan yang sengit antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Syiria, hubungan budaya dari Timur dan Barat tidak selalu berupa peperangan. Sejak abad ke-11 M dan seterusnya, banyak sarjana mengadakan perjalanan dari ujung barat wilayah Islam ke ujung timur, sambil membawa buku-buku dan gagasan-gagasan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun umat Islam terpecah dalam beberapa kesatuan politik, terdapat apa yang disebut kesatuan budaya dunia Islam.

Perpecahan politik pada masa Al-Makmun dan sesudahnya tidak menyebabkan mundurnya peradaban. Masa itu, bahkan merupakan puncak kemajuan ilmu pengetahuan, kesenian, dan kebudayaan Islam. Setiap dinasti (raja) berusaha menyaingi Baghdad. Kalau sebelumnya Baghdad merupakan satu-satunya pusat ilmu dan peradaban Islam, raja-raja dan Gubernur lainya pasca lemahnya Baghdad berhasil mendirikan pusat-pusat peradaban baru yang diantaranya justru lebih maju.

Pengajaran Konsep Dan Teori Dalam Sejarah sosial orang beriman

Bentuk pengajaran konsep dan teori dalam sejarah sosial orang beriman bisa dilakukan dengan merumuskan konsep atau teori, yaitu :

1. Konsep dan teori dapat diajarkan dengan cara mengikuti proses membentuk atau merumuskan konsep itu, cara ini dapat disebut mereduksi ciri-ciri objek.

2. Konsep atau definisi dapat diajarkan dengan cara membandingkannya dengan koinsep-konsep lain yang berdekatan, dari perbandingan itu dapat diketahui perbedaan mendasar antara konsep satu dengan yang lainnya.

3. Deduksi tidak langsung, yaitu dengan cara menarik dan menerangkan sumber yang dijadikan sumber definisi.

4. Deduksi langsung, yaitu dengan menerangkan sumber deduksi itu. Cara yang sering digunakan adalah dengan menghafalkan rumusan definisi sudah dibuat orang lain, pengajarannya bisa dilakukan dengan mendikte siswa, kemudian mencatat dan menghafalkannya.9

Sedangkan tujuan dari pengajaran ini sendiri adalah agar peserta didik mengenal dan memahami latar belakang munculnya berbagai aliran dalam Islam, dengan memunculkan pendapat yang dijadikan labdasan.

KESIMPULAN

Dari paparan diatas dapat ditarik kesimpulan :

1. Konsep merupakan rencana dasar sedangkan teori adalah konsep yang sudah teruji kebenarannya.

2. Dalam pengajaran konsep dan teori dalam sejarah teologi yang terpenting adalah cara penyampaiannya, sehingga mudah dipahami.

3. Dengan pengajaran konsep dan teori dalam sejarah sosial orang beriman dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : membandingkan, deduksi tidak langsung dan deduksi langsung.

4. Dengan pengajaran konsep dan teori dalam sejarah sosial orang beriman dapat membantu peserta didik dalam mengenal dan memahami tentang seluk-beluk sejarah Islam baik dari aspek politik, social, ekonomi maupun kebudayaan.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1995.

Effat Syarqawi, Filsafat Kebudayaan Islam, Pustaka, Bandung, 1986.

Koentjaraningrat, Kebudayaan Mentalitas, Dan Pembangunan, Gramedia, Jakarta, 1985.

M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 2000.

Munawar Kholil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Bulan Bintang, Jakarta, 1969.

Sayyid Qutub, Konsep Sejarah dalam Islam, Yayasan al-Amin, Jakarta, 2001.

1 Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1995, hlm. 10.

2 M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 20.

3 Munawar Kholil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Bulan Bintang, Jakarta, 1969, hlm. 15.

4 Ibid.

5 Sayyid Qutub, Konsep Sejarah dalam Islam, Yayasan al-Amin, Jakarta, 2001, hlm. 18.

6 Munawwar Kholil, op.cit., hlm. 20-21.

7 Effat Syarqawi, Filsafat Kebudayaan Islam, Pustaka, Bandung, 1986, hlm. 51

8 Koentjaraningrat, Kebudayaan Mentalitas, Dan Pembangunan, Gramedia, Jakarta, 1985, hlm. 35.

9 Ahmad Tafsir, op.cit., hlm. 114.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kirim komentarmu ya? aku tunggu.